
Di era digital ini, gadget seperti smartphone dan tablet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Tak jarang, si kecil pun tertarik dengan layar yang berwarna-warni dan bergerak-gerak. Namun, muncul pertanyaan penting: Apakah aman membiarkan bayi usia 10-12 bulan terpapar screen time? Mari kita kupas tuntas topik ini untuk memastikan tumbuh kembang si kecil tetap optimal.
Apa Itu Screen Time?
Screen time merujuk pada waktu yang dihabiskan seseorang untuk melihat layar perangkat elektronik, seperti televisi, smartphone, tablet, atau komputer. Bagi bayi dan anak-anak, interaksi dengan layar ini dapat memengaruhi perkembangan fisik dan mental mereka.
Rekomendasi Screen Time untuk Bayi 10-12 Bulan
Menurut panduan dari berbagai organisasi kesehatan, berikut adalah rekomendasi durasi screen time berdasarkan usia:
- Bayi di bawah 18 bulan: Tidak disarankan terpapar screen time sama sekali, kecuali untuk video call dengan keluarga atau kerabat.
- Anak usia 18-24 bulan: Jika diperkenalkan pada media digital, harus dengan pendampingan orang tua dan konten yang edukatif.
- Anak usia 2-5 tahun: Dibatasi maksimal 1 jam per hari dengan konten berkualitas dan pendampingan.
Dari rekomendasi tersebut, jelas bahwa bayi usia 10-12 bulan sebaiknya tidak diberikan screen time.
Mengapa Screen Time Perlu Dibatasi?
Moms and Dads, mungkin bertanya-tanya, "Kenapa sih, screen time harus dibatasi?" Berikut beberapa alasan utamanya:
- Perkembangan Otak, Masa bayi adalah periode kritis di mana otak berkembang pesat. Interaksi langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting untuk membentuk koneksi saraf yang sehat. Terlalu banyak screen time dapat menghambat proses ini.
- Gangguan Tidur, Paparan cahaya dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian bayi, menyebabkan kesulitan tidur atau pola tidur yang tidak teratur.
- Keterlambatan Bicara, Interaksi pasif dengan layar tidak memberikan stimulasi bahasa yang diperlukan, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan bicara.
- Masalah Perilaku, Terlalu banyak screen time dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah perilaku, seperti hiperaktivitas dan kesulitan dalam mengendalikan emosi.
Tips Mengurangi Screen Time dan Meningkatkan Interaksi
Tenang, Moms and Dads! Ada banyak cara menyenangkan untuk mengalihkan perhatian si kecil dari layar:
- Bermain Bersama, Ajak si kecil bermain dengan mainan edukatif yang merangsang sensorik dan motorik, seperti balok susun, puzzle sederhana, atau mainan berbunyi.
- Membacakan Buku, Meskipun mereka mungkin belum sepenuhnya memahami, membacakan buku dengan gambar-gambar menarik dapat meningkatkan kosakata dan keterampilan mendengar.
- Aktivitas Fisik, Biarkan bayi merangkak, berjalan dengan bantuan, atau bermain di taman untuk melatih keterampilan motorik kasar dan membakar energi.
- Bernyanyi dan Menari, Putar lagu anak-anak dan ajak si kecil bernyanyi serta menari bersama. Ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga baik untuk perkembangan bahasa dan koordinasi.
- Interaksi Sosial, Sesekali, atur playdate dengan bayi seusia untuk melatih keterampilan sosial dan emosional mereka.
Moms and Dads, meskipun gadget menawarkan kemudahan dan hiburan, penting untuk mempertimbangkan dampaknya pada perkembangan si kecil. Untuk bayi usia 10-12 bulan, sebaiknya hindari pemberian screen time dan fokus pada interaksi langsung yang kaya akan stimulasi positif. Dengan demikian, kita dapat memastikan tumbuh kembang mereka berjalan optimal dan sesuai harapan.
...
Sumber
- Siloam Hospitals. "Mengatur Screen Time pada Anak dengan Panduan yang Tepat" siloamhospitals.com
- Alodokter. "Berapa Jam Waktu Ideal Anak Gunakan Gadget Setiap Hari?" alodokter.com