Penulis: Nathania Luvena Lais
“Kalau kamu tersesat, kamu tahu jalan pulangnya?”
Sirius hanya ingin bermain seperti biasa. Tapi tiba-tiba ia berada di tempat asing yang sepi dan menakutkan. Ia tidak tahu bagaimana cara kembali. Ia hanya tahu satu hal: ia ingin pulang. Di saat itulah seorang anak dari Bulan datang menolongnya. Bersama Pandu, Sirius terbang menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah ia lihat sebelumnya—kampung rumah kardus, toko barang-barang tua, taman-taman yang indah, dan banyak lagi. Setiap tempat menyimpan cerita dan perasaan yang berbeda. Namun semakin jauh mereka pergi, Sirius mulai menyadari sesuatu. Pulang ternyata bukan sekadar kembali ke rumah. Pulang adalah tentang keberanian menghadapi rasa sedih, tentang memaafkan, dan tentang memilih untuk tetap bertahan. Akankah Sirius menemukan jalan pulangnya? Sebuah kisah hangat tentang persahabatan, keluarga, dan arti rumah yang sesungguhnya.
Nathania Luvena Lais, tidak masalah dipanggil apa pun, asalkan mempunyai arti baik. Inilah yang membuatnya punya banyak nama panggilan dari banyak orang: Nathania, Thania, Nia, Luvena, Vena, NathLuv, dan sebagainya. Kelahiran 2003 ini kadang berimajinasi menjadi beruang kutub dengan pelukan hangat untuk memeluk orang-orang tersayangnya. Ia juga mencintai banyak hal: kucing, jerapah, ungu, es krim, seblak, dan lain-lainnya.
Menulis juga merupakan kegiatan yang ia senangi sejak kecil sampai sekarang. Terlebih, saat pertama kali ia mengirim naskah ke Kecil-Kecil Punya Karya ketika usianya 9 tahun, saat setelah beberapa naskah ceritanya (imaji) diterima untuk terbit ketika masih duduk di bangku sekolah, dan saat ia mempelajari Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta, semangatnya terus menguat untuk terus menulis dan melahirkan karya.
Ia senang mengobrol dengan kucing, kura-kura, dan orang orang baru. Pembaca bisa mengobrol dengannya melalui Instagram @nath.luvena9. Terkadang, ia juga membuat konten kesehariannya dengan kucing-kucingnya di TikTok: @nathluvmengonten. Tulisan lainnya yang lebih beragam bisa ditemukan di “Tempat Bermain NathLuv” pada situs https://nluvena9.medium.com.
Novel anak berperan sebagai jembatan antara dunia anak dan dunia dewasa. Melalui novel, anak belajar memahami emosi yang kompleks dengan cara yang aman dan tidak menggurui.
Novel membantu anak mengenali perasaan diri sendiri, memahami orang lain, serta membangun daya imajinasi dan empati. Di tengah dominasi bacaan visual dan cepat, novel anak melatih fokus, kesabaran, dan kedalaman berpikir.
1. Penulis adalah salah satu pemenang Sayembara Dewan Kesenian Jakarta 2019.
2. Cerita memiliki perkembangan karakter yang jelas.
3. Menyajikan tema kehilangan dan keberanian secara aman untuk usia 8–13.
4. Memiliki konsistensi simbolik dan struktur naratif yang stabil.
5. Mengajarkan bahwa setiap orang bisa merasa tersesat atau bingung, tetapi selalu ada jalan untuk kembali.
6. Menunjukkan bahwa keberanian untuk menghadapi kenyataan merupakan bagian dari proses bertumbuh.
7. Menguatkan pentingnya kasih sayang keluarga sebagai tempat kembali ketika seseorang mengalami kesulitan.
8. Menyampaikan pesan bahwa menerima perasaan sedih atau kehilangan merupakan bagian alami dari kehidupan.
9. Seluruh pesan disampaikan melalui petualangan dan dialog sederhana sehingga tetap ringan, hangat, dan sesuai untuk pembaca awal.
10. Cerita ini diposisikan sebagai novel anak reflektif dengan elemen petualangan imajinatif yang menggabungkan perjalanan fisik tokoh dengan perjalanan emosional.
Jumlah Halaman : 88 halaman