25 Februari 2025 1:51 pm

Bayi Sering Gumoh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Bayi Sering Gumoh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Sebagai orang tua, melihat bayi sering gumoh bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan. Apakah ini normal? Apakah bayi merasa tidak nyaman? Jangan panik dulu! Gumoh pada bayi sebenarnya hal yang umum terjadi, terutama pada usia 0-6 bulan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu gumoh, penyebabnya, cara mengatasinya, serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Yuk, simak selengkapnya!

Apa Itu Gumoh?

Gumoh adalah keluarnya susu atau ASI dari mulut bayi setelah menyusu. Berbeda dengan muntah yang keluar dengan tekanan kuat, gumoh biasanya terjadi secara perlahan dan tidak membuat bayi merasa kesakitan. Bayi baru lahir hingga 6 bulan cenderung sering gumoh karena sistem pencernaannya masih berkembang. Normalnya, gumoh akan berkurang saat bayi mulai bisa duduk tegak dan makan makanan padat (MPASI).

Penyebab Bayi Sering Gumoh

Salah satu penyebab utama gumoh adalah karena katup antara kerongkongan dan lambung bayi yang belum matang, sehingga susu mudah naik kembali. Selain itu, bayi yang menyusu dalam jumlah berlebihan atau terlalu cepat juga rentan mengalami gumoh karena perutnya penuh atau banyak udara yang tertelan saat menyusu. Posisi bayi setelah menyusu juga berpengaruh. Menggendong bayi dalam posisi terlalu miring atau langsung mengajaknya bermain setelah menyusu bisa memicu gumoh. Jika bayi mengonsumsi susu formula, ia mungkin mengalami alergi atau intoleransi laktosa, yang bisa menyebabkan gumoh lebih sering.

Cara Mengatasi Gumoh pada Bayi

  • Pastikan posisi menyusu yang tepat dengan posisi agak tegak agar udara tidak terlalu banyak masuk.
  • Sendawakan bayi setelah menyusu dengan cara menggendongnya dalam posisi tegak selama 10-15 menit sambil menepuk punggungnya secara lembut.
  • Hindari aktivitas berlebihan setelah menyusu dan biarkan bayi tetap dalam posisi tegak sebelum dibaringkan.
  • Berikan ASI atau susu dalam jumlah yang sesuai dan hindari memberikan susu dalam jumlah berlebihan sekaligus.
  • Gunakan botol susu dengan lubang dot yang sesuai agar bayi tidak minum terlalu cepat.
  • Perhatikan jenis susu yang dikonsumsi bayi dan konsultasikan dengan dokter jika bayi sering gumoh setelah minum susu formula untuk kemungkinan alergi atau intoleransi laktosa.

Kapan Harus Khawatir?

Meskipun gumoh biasanya normal, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Moms & Dads segera berkonsultasi dengan dokter. Jika bayi mengalami gumoh berlebihan disertai tangisan terus-menerus, tampak kesakitan atau rewel setelah gumoh, berat badan tidak naik atau malah turun, gumoh berwarna hijau, kuning, atau bercampur darah, serta bayi tampak lemas dan sulit menyusu, segera periksakan bayi ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Gumoh pada bayi merupakan hal yang normal dan umum terjadi, terutama pada usia 0-6 bulan. Namun, dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Moms & Dads bisa membantu bayi merasa lebih nyaman dan mengurangi frekuensi gumoh. Jangan lupa, jika bayi menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa seperti gumoh berlebihan atau penurunan berat badan, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal. 😊-

...
Sumber
  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - "Bedanya ‘Gumoh’ dan Muntah pada Bayi." . https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-%E2%80%98gumoh%E2%80%99-dan-muntah-pada-bayi.
  2. Alodokter. - "Bayi Sering Gumoh, Ketahui Kondisi yang Normal dan Tidak Normal serta Cara Mengatasinya." https://www.alodokter.com/alasan-bayi-sering-gumoh-dan-cara-mengatasinya.
Blog Post Lainnya
Social Media
Alamat
0811-2244-4455
0822-1122-1155
marketing@mizanpustaka.com
Pengiriman
-
-
Berita Newsletter
`Berlangganan
Powered by Buku Mizan Pustaka | ©- 2025 All Rights Reserved.