
Di dapur yang penuh aroma segar, Rafa punya ide cemerlang.
"Ibu, boleh nggak aku bikin bekalku sendiri?" tanyanya penuh semangat.
Ibu tersenyum, "Wah, ide yang bagus! Ayo kita coba!"
Dara yang mendengar ikut-ikutan."Aku juga mau! Tapi aku nggak bisa bikin sendiri…"
Ibu menenangkan, "Tidak apa-apa, Ibu akan bantu, dan Kakak bisa mengajari Dara juga!"
Rafa dan Dara mulai memilih bahan-bahan.
Rafa: Roti, keju, dan telur untuk sandwich.
Dara: Nasi kepal berbentuk bola-bola lucu.
Tapi…"Ups! Ini jadi meleleh!" Rafa menuang selai kacang terlalu banyak.
"Kok jadi lonjong, sih?" Dara berusaha menggulung nasi tapi bentuknya tidak rapi.
Rafa tersenyum dan menepuk tangan adiknya. "Pelan-pelan, Dara!"
Si Kucing Oren pun mengendus bekal Dara, seolah ingin mencicipi."Oren, ini buat aku!" katanya tertawa.
Setelah bekal selesai, Ibu memasukkannya ke dalam kotak makan.
Rafa dan Dara menatap hasilnya dengan bangga. "Wah, ini buatan kita sendiri! Besok kita bikin lagi, ya!" kata Dara.
"Iya! Bekal buatanku pasti enak!" Rafa menambahkan sambil tersenyum lebar.
Di sekolah, Rafa membuka kotaknya dengan bangga."Aku buat sendiri, lho!" katanya pada teman-temannya.
Ternyata, membuat bekal sendiri itu menyenangkan dan bikin makan jadi lebih lahap!