
Bayi yang baru lahir memiliki berbagai refleks alami yang menunjukkan perkembangan sistem saraf dan otaknya. Memahami berbagai jenis refleks ini dapat membantu Moms and Dads memantau tumbuh kembang si Kecil dengan lebih baik.
Mengapa Penting Mengenal Refleks Bayi?
Refleks pada bayi baru lahir berfungsi sebagai mekanisme perlindungan dan adaptasi terhadap lingkungan baru di luar rahim. Selain itu, refleks-refleks ini juga menjadi indikator kesehatan dan perkembangan neurologis bayi. Dengan mengenali dan memahami refleks-refleks ini, orang tua dapat:
- Memastikan Perkembangan Normal: Mengidentifikasi adanya refleks yang sesuai dengan usia bayi membantu memastikan bahwa sistem sarafnya berkembang dengan baik.
- Mendeteksi Dini Gangguan: Ketiadaan atau keterlambatan munculnya refleks tertentu dapat menjadi tanda adanya masalah neurologis yang memerlukan perhatian medis.
Jenis-Jenis Refleks pada Bayi Baru Lahir
Berikut adalah beberapa refleks penting yang umumnya dimiliki oleh bayi baru lahir:
- Refleks Rooting (Mencari), Refleks ini terjadi ketika sudut mulut bayi disentuh atau dibelai. Bayi akan menoleh ke arah sentuhan dengan mulut terbuka, seolah mencari sumber makanan. Refleks ini membantu bayi menemukan puting saat menyusu dan biasanya menghilang pada usia 4 bulan.
- Refleks Mengisap (Sucking Reflex), Saat langit-langit mulut bayi tersentuh, ia akan secara otomatis melakukan gerakan mengisap. Refleks ini penting untuk proses menyusu dan mulai berkembang sejak dalam kandungan, sempurna pada usia kehamilan 36 minggu. Refleks mengisap biasanya mulai memudar pada usia sekitar 4 bulan.
- Refleks Moro (Kaget), Refleks ini muncul ketika bayi merasa terkejut oleh suara keras atau gerakan tiba-tiba. Bayi akan merentangkan kedua tangannya dengan telapak tangan menghadap ke atas, lalu menariknya kembali ke arah tubuh, seringkali disertai dengan tangisan. Refleks Moro umumnya menghilang pada usia 2 bulan.
- Refleks Menggenggam (Grasp Reflex), Ketika telapak tangan bayi disentuh, ia akan secara otomatis menggenggam jari atau objek yang menyentuhnya. Refleks ini membantu dalam pengembangan keterampilan motorik halus dan biasanya menghilang pada usia 5–6 bulan.
- Refleks Babinski, Refleks ini terjadi ketika telapak kaki bayi digores dari tumit ke arah jari. Jari-jari kaki akan terbuka dan ibu jari kaki mengarah ke atas. Refleks Babinski normal pada bayi dan biasanya menghilang antara usia 1 hingga 2 tahun.
- Refleks Langkah (Stepping Reflex), Jika bayi dipegang tegak dengan kaki menyentuh permukaan datar, ia akan melakukan gerakan seperti melangkah. Refleks ini biasanya menghilang pada usia sekitar 2 bulan.
- Refleks Tonik Leher Asimetris, Ketika kepala bayi dipalingkan ke satu sisi saat berbaring, lengan dan kaki di sisi tersebut akan memanjang, sementara lengan dan kaki di sisi berlawanan akan menekuk. Posisi ini sering disebut sebagai "posisi anggar" dan biasanya menghilang pada usia 5–7 bulan.
Kapan Harus Khawatir?
Meskipun refleks-refleks ini normal pada bayi baru lahir, orang tua perlu waspada jika:
- Refleks tertentu tidak muncul sesuai dengan usia yang seharusnya.
- Refleks tetap ada lebih lama dari usia normalnya.
- Bayi menunjukkan gerakan yang tidak biasa atau asimetris.
Jika Moms and Dads mengamati hal-hal tersebut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak guna evaluasi lebih lanjut.
...
Sumber:
- Alodokter. "Yuk, Kenali Macam-Macam Refleks Bayi Baru Lahir di Sini" https://www.alodokter.com/yuk-kenali-macam-macam-refleks-bayi-baru-lahir-di-sini
- Nutriclub. "7 Refleks Bayi yang Penting untuk Tumbuh Kembangnya" https://www.nutriclub.co.id/artikel/tumbuh-kembang/0-3-bulan/reflek-pada-bayi-baru-lahir
- KlikDokter. "15 Jenis Refleks Bayi dalam Tumbuh Kembangnya" https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/macam-refleks-bayi