
Masa-masa memberi makan bayi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Ada kalanya si kecil begitu lahap, namun ada masanya mereka menutup mulut rapat-rapat. Kondisi yang dikenal dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut) ini seringkali membuat orang tua khawatir dan stress. Tapi, tenang dulu, Ayah dan Bunda! GTM adalah fase normal dalam perkembangan bayi, dan ada banyak cara efektif untuk mengatasinya
Apa Itu GTM?
GTM adalah kondisi ketika bayi atau anak menolak untuk makan. Mereka bisa menutup mulut rapat-rapat, membuang muka, atau bahkan menangis saat disodori makanan. GTM umumnya terjadi pada bayi usia 6 bulan ke atas, saat mereka mulai berkenalan dengan makanan padat pendamping ASI (MPASI).
Penyebab GTM pada Bayi
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami GTM :
- Sedang sakit atau tumbuh gigi.
- Merasa bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja.
- Terlalu banyak ngemil sehingga tidak lapar saat jam makan.
- Kurang fokus saat makan karena distraksi gadget atau mainan.
- Trauma akibat pengalaman makan yang tidak menyenangkan (misalnya, dipaksa makan).
Tips Efektif Mengatasi GTM pada Bayi
Jangan panik jika si kecil mengalami GTM. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Ayah dan Bunda coba terapkan :
1. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan:
- Ajak bayi makan bersama keluarga di meja makan.
- Hindari memaksa atau memarahi bayi saat makan.
- Buat suasana serius dan penuh cinta.
2. Terapkan Jadwal Makan yang Konsisten:
- Berikan makanan utama 3 kali sehari dan makanan selingan 2 kali sehari.
- Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit.
- Puasakan anak 2-3 jam sebelum makan agar benar-benar lapar.
3. Jauhkan Distraksi:
- Matikan televisi dan singkirkan gadget atau mainan saat jam makan.
- Fokuskan perhatian bayi pada makanan.
4. Berikan Porsi Makan yang Sesuai:
- Jangan memberikan porsi terlalu banyak.
- Berikan makanan sesuai kemampuan makan bayi.
- Tawarkan tambah jika bayi masih lapar.
5. Buat Variasi Menu Makanan:
- Sajikan menu makanan sehat yang bervariasi setiap hari.
- Kreasikan menu dengan warna dan bentuk yang menarik.
- Sajikan saus cocolan seperti mayones atau selai kacang.
6. Libatkan Bayi dalam Proses Memasak:
- Ajak bayi berbelanja bahan makanan atau menyiapkan makanan.
- Biarkan bayi melakukan tugas-tugas ringan saat memasak.
7. Biarkan Bayi Makan Sendiri:
- Berikan kesempatan pada bayi untuk makan sendiri (finger food)
- Dampingi dan awasi bayi saat makan sendiri.
8. Batasi Camilan:
- Berikan camilan sehat seperti buah atau yoghurt di antara waktu makan.
- Hindari memberikan camilan berlebihan.
9. Jangan Beri Makan Menjelang Tidur:
- Hindari memberi makan bayi terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Jika bayi mengantuk tapi lapar, berikan camilan ringan.
10. Konsultasi dengan Dokter:
- Jika GTM berlanjut, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi.
- Dokter akan membantu mencari tahu penyebab GTM dan memberikan solusi yang tepat.
Kapan Harus Khawatir?
GTM umumnya merupakan fase normal yang akan berlalu dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi di mana Ayah dan Bunda perlu lebih waspada:
- Bayi menunjukkan tanda-tanda penurunan berat badan.
- Bayi terlihat lemas dan tidak aktif.
- GTM berlangsung lebih dari 2 minggu.
Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Mengatasi GTM pada bayi memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan menerapkan tips-tips di atas dan selalu memberikan cinta dan dukungan, Ayah dan Bunda bisa membantu si kecil melewati fase ini dengan baik. Selamat mencoba!
...
Sumber
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). - "Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita." . https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita.
- Halodoc. - "Kenali Penyebab Anak Melakukan Gerakan Tutup Mulut." https://www.halodoc.com/artikel/kenali-penyebab-anak-melakukan-gerakan-tutup-mulut.