18 Maret 2025 1:17 pm

Ups! Kenapa Aku Nggak Boleh Makan Cokelat Dulu?

Ups! Kenapa Aku Nggak Boleh Makan Cokelat Dulu?
Siang ini, udara di rumah terasa hangat.
Dari dapur, aroma masakan Ibu tercium lezat.Dara dan Rafa berlari ke meja makan, tapi tiba-tiba mata mereka berbinar.
Di atas meja dapur, ada sebatang cokelat besar berbungkus emas!
Rafa melirik ke kanan dan kiri, lalu berbisik pada Dara, "Ayo kita makan sekarang aja, sebelum makan siang!"
Dara menelan ludah. Cokelat itu pasti enak!
Tangannya hampir menyentuh bungkus cokelat, tetapi tiba-tiba…"Ups! Kenapa kalian mau makan cokelat dulu?"
Mereka tersentak. Ibu berdiri di belakang mereka dengan senyum lembut.
Rafa mengerutkan kening. "Tapi kan cuma sedikit, Bu..." katanya.
Dara mengangguk cepat. "Iya, Bu, satu gigitan aja!"

Ibu mengambil sebuah kertas dan menunjukkan gambar dua gigi:
🦷 Satu gigi bersih dan sehat
🦷 Satu gigi berlubang dan hitam

"Kalau kalian makan cokelat sebelum makan siang dan nggak segera sikat gigi, nanti gigi bisa rusak seperti ini," jelas Ibu.
Rafa menelan ludah. "Tapi... kan nanti bisa sikat gigi!"
Ibu mengangguk. "Betul! Tapi sebelum makan siang, perut kalian butuh makanan bergizi dulu supaya kuat bermain."
Dara melihat ke lantai dan terkejut. Si Kucing Oren sedang mengendus cokelat itu, tapi tidak mau menjilatnya. Dara terkikik. "Oren aja nggak mau, berarti cokelat nggak boleh untuk semua, ya?" katanya polos.
Ibu tertawa. "Benar sekali! Tapi bukan berarti kalian nggak boleh makan cokelat sama sekali. Cokelat lebih enak kalau dimakan setelah makanan bergizi."
Dara dan Rafa saling pandang. Rafa menghela napas. "Baiklah, kita makan siang dulu.
"Dara tersenyum. "Habis makan siang, baru boleh makan cokelat, kan?" tanyanya memastikan.
Ibu mengangguk. "Tentu! Nanti setelah makan siang dan sikat gigi, kalian boleh makan sedikit cokelat sebagai camilan sore."
Rafa dan Dara langsung duduk di meja makan dan mulai menyantap makanan mereka dengan lahap.
Setelah makan siang, Ibu memberikan mereka potongan kecil cokelat.
"Ternyata, menunda sesuatu yang enak bisa membuatnya lebih spesial!" kata Dara sambil menggigit cokelatnya.
Rafa tertawa. "Iya, dan sekarang aku nggak takut gigi berlubang!"
Si Kucing Oren mengeong, seolah ikut senang.
Hari itu, mereka belajar bahwa sabar menunggu bisa membuat sesuatu jadi lebih menyenangkan!
Blog Post Lainnya
Social Media
Alamat
0811-2244-4455
0822-1122-1155
marketing@mizanpustaka.com
Pengiriman
-
-
Berita Newsletter
`Berlangganan
Powered by Buku Mizan Pustaka | ©- 2025 All Rights Reserved.